Menjadi Pengunjung Bijak: Menjaga Adab dan Etika di Event Cosplay

Bukan Sekadar Hobi, Yuk Jaga Kenyamanan Bersama di Event Cosplay dengan Adab yang Benar

Menghadiri event cosplay selalu menjadi momen yang mendebarkan. Melihat karakter anime atau game favorit "hidup" di depan mata tentu memicu adrenalin. Namun, di balik kemeriahan kostum dan make-up yang memukau, ada satu hal yang jauh lebih penting dari sekadar kamera canggih: Adab dan Etika.

Sayangnya, seringkali suka mendengarkan kabar kurang menyenangkan mengenai tindakan "mesum" atau perilaku tidak sopan terhadap para cosplayer. Padahal, menjaga kenyamanan bersama adalah kunci agar komunitas ini tetap sehat dan positif. 

Akar masalah

Apa sebenarnya yang memicu perilaku ini ?. Jika saya lihat dari berbagai cerita di media sosial, masalah utamanya sering kali berakar pada objektifikasi. Beberapa pengunjung gagal memisahkan antara karakter fiksi dan manusia di balik kostum tersebut. Saat melihat cosplayer mengenakan pakaian yang mungkin sedikit terbuka atau ketat demi akurasi karakter, oknum ini berhenti melihat mereka sebagai individu dan mulai menganggapnya sebagai "objek fantasi" yang bebas dieksploitasi.

Selain itu, ada kesalahpahaman fatal mengenai konsensus. Slogan "Cosplay is NOT Consent" sering kali diabaikan. Masih ada anggapan keliru bahwa dengan mengenakan kostum tertentu, seorang cosplayer secara otomatis "mengizinkan" dirinya untuk difoto dari sudut yang tidak sopan atau disentuh tanpa permisi.

Ditambah lagi dengan faktor anonimitas di tengah keramaian. Dalam lautan manusia, pelaku merasa tidak terpantau dan merasa "aman" untuk melakukan aksi candid yang tidak senonoh atau melontarkan komentar vulgar dengan dalih bercanda.

Jawaban

Lantas bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi untuk kesekian kalinya. Berikut adalah tiga hal yang harus diketahui dan wajib dipahami oleh pengunjung saat datang ke event cosplay. Sebagaimana saya rangkum dibawah ini: 

Izin Jadi Prioritas Utama (Consent Matters)

Hal pertama yang harus diingat adalah: Kostum bukan berarti undangan untuk menyentuh. Sebelum mengarahkan lensa kamera atau mengajak berfoto bersama, pastikan kamu meminta izin dengan sopan. Cukup dengan kalimat sederhana, "Kak, boleh minta fotonya?", kamu sudah menunjukkan bahwa kamu menghargai ruang pribadi mereka. Jika mereka sedang makan atau beristirahat, tunggulah dengan sabar atau carilah cosplayer lain.

Hindari "Low Angle" dan Kontak Fisik Berlebihan

Menjadi penggemar bukan berarti bebas melakukan objektifikasi. Hindari mengambil foto dari sudut pandang yang tidak sopan (low angle) atau sengaja menyorot area sensitif. Selain itu, dilarang keras menyentuh, merangkul, atau memegang bagian kostum tanpa izin. Ingat, cosplayer adalah manusia di balik kostum tersebut, bukan properti pajangan.

Jaga Jarak dan Etika Berkomunikasi

Komentar yang berbau catcalling atau godaan yang membuat risi sama sekali tidak keren. Berikan pujian yang tulus atas kerja keras mereka dalam membuat kostum, bukan komentar yang menjurus ke arah seksual. Dengan menjaga sikap, kamu tidak hanya menjaga nama baik diri sendiri, tetapi juga menjaga ekosistem komunitas cosplay agar tetap aman bagi siapa saja, termasuk bagi cosplayer pemula dan di bawah umur.

Kesimpulannya, menjadi "wibu" yang keren dimulai dari perilaku yang beradab. Yuk, kita jadikan setiap event cosplay sebagai ruang yang ramah dan bebas dari pelecehan!.***


Sumber Gambar: Pexels

Komentar